Sabtu, 04 Februari 2012

Sistem Pernapasan Manusia


Sistem Pernapasan Manusia Manusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke lingkungan. Pernapasan adalah proses ganda yaitu terjadinya pertukaran gas di dalam jaringan atau “pernapasan dalam” dan yang terjadi didalam paru-paru “pernapasan luar”. Pernapasan Luar yang merupakan pertukaran antara O2 dan CO2 antara darah dan udara. Pernapasan Dalam yang merupakan pertukaran O2 dan CO2 dari aliran darah ke sel-sel tubuh.

PENGAMBILAN NAFAS Dalam mengambil nafas ke dalam tubuh dan membuang napas ke udara dilakukan dengan dua cara pernapasan, yaitu : 

a.    Respirasi / Pernapasan Dada Otot antar tulang rusuk luar berkontraksi atau mengerut Tulang rusuk terangkat ke atasRongga dada membesar yang mengakibatkan tekanan udara dalam dada kecil sehingga udara masuk ke dalam badan
b.    Respirasi/Pernapasan Perut Ototdifragma pada perut mengalami kontraksi Diafragma datar Volume rongga dada menjadi besar yang mengakibatkan tekanan udara pada dada mengecil sehingga udara pasuk ke paru-paru.

Proses Kimiawi Respirasi Pada Tubuh Manusia :
1.    Pembuangan CO2 dari paru-paru :     H + HCO3 ---> H2CO3 ---> H2 + CO2
2.    Pengikatan oksigen oleh hemoglobin :     Hb + O2 ---> HbO2
3.    Pemisahan oksigen dari hemoglobin ke cairan sel :      HbO2 ---> Hb + O2
4.    Pengangkutan karbondioksida di dalam tubuh :     CO2 + H2O ---> H2 + CO2 




SALURAN PERNAPASAN



v Nares anterior
v Rongga hidung
v Farinx
v Larinx
v Trakhea
v Bronkhus 

1.    Nares anterior Adalah saluran-saluran di dalam lubang hidung, dimana saluran itu bermuara ke vestibulum (rongga) hidung. Vestibulum ini dilapisi dengan epitelium bergaris yang bersambung dengan kulit. Lapisan nares anterior memuat sejumlah kelenjar sebaseus yang ditutupi oleh bulu kasar. Kelenjar-kelenjar ini bermuara ke dalam rongga hidung.

2.    Rongga Hidung
·        Dilapisi dengan epitelium silinder dan sel spitel berambut yang mengandung sel cangkir atau sel lendir sehingga permukaan nares basah dan berlendir.
·        Selaput lendir ini kaya akan pembuluh darah, yang bersambung dengan lapisan farinx dan dengan semua sinus yang mempunyai lubang masuk dalam rongga hidung.

Sewaktu udara melalui hidung, udara di saring oleh bulu-bulu (vestibulum) dan karena kontak dengan permukaan lendir yang dilaluinya membuat udara menjadi hangat. Penguapan air dari permukaan selaput lendir menyebabkan kondisi rongga hidung lembab. Hidung menghubungkan lubang-lubang sinus udara para nasalis yang masuk kedalam rongga hidung dan lubang naso-lakrimal yang menyalurkan air mata (bawah rongga nasalis)

3.    Farinx (tekak) adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan usofagus. Terletak dibelakang hidung (naso-farinx), dibelakang mulut (oro-farinx) dan di belakang larinx (farinx-laringeal)

4.    Larinx (tenggorokan) Terletak didepan bagian terendah farinx, memisahkannya dari kolumna vertbra servikalis dan masuk ke dalam trakhea di bawahnya.

5.    Terdiri atas kepingan tulang rawan yang diikat bersamaan oleh ligamen dan membran.

6.    Yang terbesar diantaranya tulang rawan tiroid depannya terdapat benjolan subkutaneus  (jakun).

7.    Tulang rawan krikoid terletak dibawah tiroid berbentuk lingkaran lengkap

8.    Tulang rawan lainnya ialah kedua tulang krawan aritenoid (belakang krikoid), tulang rawan kuneiform dan kornikulata.  


Epiglottis berupa katup tulang rawan, membantu menutup larinx sewaktu menelan. Larinx dilapisi selaput lendir yang sama seperti yang terdapat didalam trakea, kecuali pita suara dan bagian epiglottis. Pita suara terletak di dalam larinx (T.R. tiroid sampai T.R. aritenoid).

Gerakan pada T.R. aritenoid otot laringeal pita suara ditegangkan atau dikendorkan udara melalui glottis suara dihasilkan. Tulang rawan pada larinx mengatur suara dan menutup lubang atas sewaktu menelan. Trakhea (Batang tenggorok). 

Trakea adalah tuba yang memiliki diameter sekitar 20-25 mm dan panjang sekitar 9 cm. Trakea terletak dari laring ke bronkus utama yang merupakan jalan masuk udara menuju paru-paru. 

Tersusun oleh jaringan otot, tulang rawan (agar trakea tetap terbuka), serta selaput lendir (epitelium bersilia).

Silia bergerak atas kearah larinx menyebabkan debu dan butiran halus lainnya yang masuk dalam pernapasan dapat dikeluarkan. Di dalam rongga dada, trakea bercabang menjadi dua cabang tenggorok (bronkus). Di dalam paru-paru, cabang tenggorok bercabang-cabang lagi menjadi saluran yang sangat kecil disebut bronkiolus.
Ujung bronkiolus berupa gelembung kecil yang disebut gelembung paru-paru (alveolus).


Paru-paru   

Jaringan paru elastik, berpori dan seperti spons.  Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Berbentuk kerucut dan terdiri ada dua buah yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri atas tiga lobus (belahan) yang disebabkan oleh fisura yaitu lobus atas, tengah dan bawah.
Sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua lobus yaitu lobus atas dan bawah.  Setiap lobus tersusun atas lobula. Pipa kecil bronkhial masuk kedalam setiap lobula yang berakhir menjadi kantong udara paru-paru (alveolus). 

Alveolus dalam paru-paru jumlahnya sangat banyak, lebih kurang 300 juta alveolus. Luas permukaan seluruh alveolus diperkirakan 100 kali lebih besar daripada permukaan tubuh. Alveolus dikekelingi pembuluh-pembuluh kapiler darah dan pertukaran gas terjadi. 

Pembuluh darah dalam paru-paru. Arteri pulmonalis membawa darah yang sudah tidak mengandung oksigen dari ventrikel kanan jantung ke paru-paru saluran bronkhial  arteriola  kapiler dinding alveoli  difusi  pertukaran gas kapiler paru-paru bersatu  pembuluh darah lebih besar vena pulmonaris meninggalkan paru-paru membawa darah berisi oksigen ke atrium jantung kiri   aorta   seluruh tubuh. Arteri bronkhialis membawa darah yang kaya oksigen dari aorta torasika ke paru-paru guna memberi makanan dan mengantarkan oksigen kedalam jaringan paru-paru. 

Arteri pulmonalis membawa darah yang sudah tidak mengandung oksigen dari ventrikel kanan jantung ke paru-paru saluran bronkhial arteriola  kapiler dinding alveoli  difusi  pertukaran gas kapiler paru-paru bersatu pembuluh darah lebih besar vena pulmonaris meninggalkan paru-paru membawa darah berisi oksigen ke atrium jantung kiri   aorta   seluruh tubuh.

Arteri bronkhialis membawa darah yang kaya oksigen dari aorta torasika ke paru-paru guna memberi makanan dan mengantarkan oksigen kedalam jaringan paru-paru.   
  
Karbondioksida hasil buang metabolisme menembus membran alveoler-kapiler dari kapiler darah ke alveoli     pipa bronkhial dan trakea keluar melalui mulut dan hidung.
       
     Empat proses yang berhubungan dengan pernapasan pulmoner (pernapasan externa) :
1.    Ventilasi pulmorter atau gerak pernapsan yang menukar udara dalam alveoli dengan udara luar
2.   Arus darah melalui paru-paru
3.   Distribusi arus udara dan arus darah sedemikian sehingga jumlah tepat dari setiapnya dapat mencapai semua bagian tubuh.
4.   Difusi gas yang menembus membran pemisah alveoli dan kapiler. CO2 lebih mudah berdifusi daripada O2.

·        Pernapasan jaringan atau pernapasan internal.
Darah yang telah menjenuhkan hemoglobin dengan oksigen (oksihemoglobin) mengintari tubuh kapiler  oksigen dilepaskan kedalam jaringan dan sebgai gantinya darah akan berikatan dengan karbondioksida sebagai hasil buangan oksigen.
·        Kapasitas Paru-paru  

Udara yang keluar masuk paru-paru pada waktu melakukan pernapasan biasa disebut udara pernapasan (udara tidal). Volume udara pernapasan pada orang dewasa lebih kurang 500 ml Udara yang dapat masuk setelah mengadakan inspirasi biasa disebut udara komplementer, volumenya lebih kurang 1500 ml. Udara yang dapat dikeluarkan setelah ekspirasi biasa disebut udara suplementer, volumenya lebih kurang 1500 ml.

Kecepatan dan pengendalian pernapasan

·        Mekanisme pernapasan diatur dan dikendalikan oleh dua faktor utama :

1.    Pengendalian oleh saraf Pusat pernapasan ialah pusat otomatik dalam medula oblongata yang mengeluarkan impuls eferen ke otot pernafasan.

impuls    → radix saraf servikalis impuls saraf frenikus diafragma bagian yang lebih rendah pada sumsum belakang saraf interkostalis otot interkostalis →  kontraksi ritmik   

otot diafragma (kira-kira lima belas kali setiap hari).

2.    Pengendalian saraf kimiawi  faktor utama dalam pengendalian dan pengaturan frekwensi, kecepatan dan dalamnya gerakan pernafasan. Pusat pernapasan didalam sumsum sangat peka pada reaksi kadar alkali darah. 
Karbondioksida adalah produk asam dari metabolisme, dan bahan kimia yang asam ini merangsang pusat pernapasan untuk mengirim keluar impuls saraf yang bekerja atas otot pernafasan.
3.    Emosi, rasa sakit dan takut.
4.    Impuls aferen.
5.    Pengendalian secara sadar.

SISTEM KERANGKA DAN OTOT MANUSIA

SISTEM KERANGKA DAN OTOT MANUSIA
      
Sistem Rangka atau kerangka manusia membentuk dasar dari tubuh manusia. Semua organ-organ, daging, darah, otot, cair dan udara semua terkandung dalam tubuh dan memiliki kestabilan dan kekuatan tertentu. System kerangka otot manuusia salah satunya yang meliputi Kinesiologi, yaitu suatu mekanika pergerakan manusia (mechanics of human movement) yang merupakan salah satu dasar keilmuan bagi Ergonomi.



Tengkorak adalah tulang pertama yang langsung terlintas dalam pikiran ketika kita berpikir tentang sistem kerangka. Tengkorak berisi dua soket untuk mata, satu socket untuk hidung, satu socket untuk mulut dan dua soket untuk telinga. Lalu ada tulang leher, yang sampai 7 total jumlahnya. Ini menarik sebagai jumlah yang sama tulang hadir dalam leher jerapah! Setelah leher tulang, ada tulang rusuk, yang merupakan bagian penting dari sistem pernapasan dalam arti bahwa ia berisi paru-paru di dalamnya. Melekat pada tulang rusuk adalah dua set tulang untuk lengan. Mereka bergabung bersama di tengah oleh siku. Pada akhir tulang rusuk dan mulai di belakang leher sampai ke daerah pinggul adalah tulang belakang, yang merupakan sekali buat tubuh kita. Frontal bagian dari tulang belakang berisi tulang yang mendukung perut. Panggul tepat di bawah ini adalah menetapkan dan mendukung organ-organ seksual. Belakang panggul tulang pinggul, yang membantu kami duduk dan berdiri. Ini adalah melekat pada dua tulang set untuk kaki yang bergabung di bagian lutut. Ini pada gilirannya memiliki dua lebih sendi di pergelangan kaki untuk kaki. Kaki bergabung dengan lima tulang masing-masing selama lima jari kaki. Dengan demikian, tubuh kita terdiri dari sistem kerangka.
Dalam kajian ilmu Ergonomi kaitan dengan karakteristik fungsional dari manusia, seperti kemampuan penginderaan, respon, daya ingat, posisi optimum tangan dan kaki, dll. Ergonomi membutuhkan pemahaman ilmu-ilmu terapan yang banyak berhubungan dengan fungsi tubuh manusia seperti anatomi dan fisiologi.
Secara umum rangka manusia terdiri dari 206 tulang yang dibagi menjadi dua bagian khusus, yaitu rangka aksial (sumbu tubuh) dan rangka apendikuler (anggota tubuh). Selanjutnya tulang-tulang ini didukung oleh sumsum tulang, yang dihasilkan oleh bentuk energi paling murni di dalam tubuh.

A. Rangka Aksial
Rangka aksial disebut sebut juga sebagai rangka sumbu tubuh. Pada rangka aksial ini terdiri dari tulang-tulang yang berfungsi membentuk sumbu tubuh, tulang-tulang tersebut diantaranya adalah:
a) Tulang Tengkorak
Berfungsi melindungi otak, organ pendengaran serta organ penglihatan. Hubungan antartulang yang terdapat pada tempurung kepala termasuk jenis suture, yaitu tidak ada gerak. Tulang tengkorak juga terbagi lagi, yaitu terdiri dari tulang tempurung dan tulang muka.
• Tulang Tempurung disebut juga Kranium yang mempunyai bagian-bagian penyusunnya, yaitu terdiri dari; Tulang dahi atau Frontalis (1 buah), Tulang ubun-ubun atau Parietalis (2 buah), Tulang pelipis atau Temporalis (2 buah), Tulang kepala belakang atau Osipitalis (1 buah), Tulang baji atau Stenoid (1 buah), dan Tapis atau Ethmoid (1buah).
• Tulang Muka atau wajah juga sama seperti tulang tempurung yang mempunyai bagian-bagiannya, yang terdiri dari; Tulang rahang atas (Maksilaris) 2 buah, Tulang hidung (Nasalis) 2 buah, Tulang pipi (Zigomatikus) 2 buah, Tulang air mata (Lakrimalis) 2 buah, Tulang langit-langit (Palatinus) 2 buah, Tulang konka nasalis inferior 2 buah, Tulang rahang bawah (Mandibula) 1 buah, dan Tulang vomer 1 buah.
b) Tulang Hioid
Tulang hioid merupakan tulang yang berbentuk seperti huruf U. Tulang hioid terletak di antara laring dan mandibula. Tulang Hioid berfungsi sebagai tempat melekatnya beberapa otot mulut dan lidah. Dan jumlah tulang hioid pada setiap manusia hanya berjumlah 1.
c) Tulang Belakang atau Vertebrae
Tulang belakang atau yang biasa disebut dengan vertebrae, mempunyai fungsi sebagai peyangga berat tubuh manusia. Tulang belakang memungkinkan manusia melakukan berbagai macam posisi dan gerakan, misalnya berdiri, duduk atau berlari. Contohnya lagi, mengapa kepala kita dapat mengangguk dan menggeleng?
yaitu karena;
 Tulang leher ke-1 bersendi dengan tulang kepala belakang (osipitalis) sehingga memungkinkan kepala kita dapat mengangguk.
 Tulang leher ke-2 mempunyai tonjolan yang bersendi dengan tulang leher ke-1 memungkinkan kepala kita dapat menggeleng.
Dan tulang belakang mempunyai beberapa bagian, yaitu terdiri dari; Tulang leher (Serviks) 7 buah, Tulang punggung (Thorax) 12 buah, Tulang pinggang (Lumbar) 5 buh, Tulang selangkang (Sacrum) ketika bayi terdapat 5 dan ketika dewasa berfungsi menjadi satu, serta Tulang ekor (Koksigea) pada bayi ada 4 dan ketika dewasa berfungsi menjadi satu.
d) Tulang Dada atau Sternum dan Tulang Rusuk atau Costa
Tulang dada (sternum) dan tulang rusuk (costa) secara bersama-sama membentuk perisai atau pelindung bagi organ-organ penting yang terdapat di bagian dada, yaitu paru-paru dan jantung. Sedangkan tulang rusuk atau costa berhubungan dengan tulang belakang atau vertebrae. Seperti pada tulang-tulang lainnya, tulang dada dan tulang rusuk juga mempunyai pembagiannya atau tulang penyusunnya, yakni;
• Tulang Dada atau Sternum, terdiri dari; Manubrium 1 buah, Gladiolus 1buah, dan Xifoid 1 buah. Ketiga tulang tersebut setelah dewasa berfungsi menjadi satu.
• Tulang Rusuk atau Costa, terdiri dari; Tulang rusuk sejati 7 buah, Tulang rusuk palsu 3 buah, dan Tulang rusuk melayang 2 buah.
B. Rangka Apendikuler
Rangka apendikuler merupakan rangka yang menyusun alat gerak pada manusia. Rangka apendikuler terdiri dari; bahu, tulang-tulang tangan, telapak tangan, panggul, tungkai, serta telapak kaki. Namun secara umum rangka apendikuler berfungsi untuk menyusun alat gerak, tangan dan kaki pada manusia. Tulang rangka apendikuler terbagi secara 2 bagian, yakni tulang bagian atas dan bagian bawah, dan masing-masing bagian mempunyai pembagiannya lagi.
• Tulang bagian atas :
- Tulang selangka (Klavikula) 2 buah
- Tulang belikat (Skapula) 2 buah
- Tulang pangkal lengan (Humerus) 2 buah
- Tulang hasta (Ulna) 2 buah
- Tulang pengumpil (Radius) 2 buah
- Tulang pergelangan tangan (Karpal) 16 buah (8 pada setiap tangan)
- Skafoid, Lunate, Triquetrum, Pisiform, Trapesium masing-masing 2 buah
- Kapitatum, Hamate, Trapesoid masing-masing 2 buah
- Tulang telapak tangan (Metakarpal) 10 buah
- Jari tangan (Falanges) 28 buah
• Tulang bagian bawah :
- Tulang koksa atau inomiat 2 buah (masing-masing merupakan gabungan dari 3 tulang kiri dan kanan)
- Ileum, Ischium, Pubis masing-masing 1 buah
- Tulang paha (Femur), Tulang lutut (Patella), Tulang betis (Fibula), Tulang kering (Tibia) masing-masing 2 buah
- Tulang pergelangan kaki (Tarsal): 14 buah (7 pada setiap kaki)
- Kalkaneus, Talus, Kuboid, Navikular masing-masing 2 buah
- Kuneformis 6 buah
- Tulang telapak kaki (Metatarsal) 10 buah
- Jari kaki (Falanges) 28 buah

Otot Manusia
Otot adalah sebuah jaringan konektif yang mempunyai tugas utamanya adalah untuk berkontraksi yang berfungsi untuk menggerakan bagian-bagian tubuh baik yang di sadari maupun yang tidak. Sekitar 40% berat dari tubuh kita adalah otot. Tubuh manusia memiliki lebih dari 600 otot rangka mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki yang berfungsi untuk menggerakan seluruh tubuh kita. Otot memiliki sel-sel yang tipis dan panjang. Otot bekerja dengan cara mengubah lemak dan glukosa menjadi gerakan dan energi panas. Otot rangka melekat pada tulang secara langsung ataupun dengan bantuan tendon. Otot bekerja berpasangan satu berkontraksi dan lawannya relaksasi sehingga otot bisa menggerakan berbagai bagian dari tubuh manusia seperti lutut yang bisa dibengkokan maupun di luruskan. Berikut gambar otot manusia dan bagiannya:
otot
 Bagian-bagian sistem otot rangka manusia
 Otot frontalis yang berfungsi untuk mengangkat alis mata, posisi nya terletak di sekitar alis
 otot orbikularis okuli berfungsi untuk menutup kelopak mata, posisinya terletak di kelopak mata
 Otot orbikularis oris berfungsi untuk mengkerutkan bibir
 Otot sternokleidomastoid yang berfungsi untuk memiringkan kepala
 Otot trapezius berfungsi untuk memperkuat bahu
 Otot pektoralis major berfungsi untuk memutar lengan
 Otot pektoralis minor berfungsi untuk menarik bahu kebawah
 Otot triseps dan otot biseps berfungsi untuk menggerakan lengan
 Otot serratus anterior yang berfungsi untuk menarik bahu kesekeliling
 Otot interkosta berfungsi untuk mengangkat rusuk
 Otot rektus abdominis berfungsi untuk mengempiskan dinding perut
 Otot sartorius berfungsi untuk memilin paha dan membengkokan penggul dan lutut
 Otot guadriseps femoris berfungsi untuk menekuk pinggul dan meluruskan lutut
 Otot gastroknemius berfungsi untuk mengangkat tumit dan menekuk lutut
 Otot tibialis anterior berfungsi untuk mengangkat kaki
 Otot peroneus berfungsi untuk melengkungkan kaki
 Otot latissimus dorsi berfungsi untuk memperkuat punggung
 Otot gluteus maksimus berfungsi untuk meluruskan pinggul
 Otot archiles tendon berfungsi untuk menggerakan telapak kaki

Anatomi dan Fisiologi Jantung


JANTUNG: Jantung merupakan organ yang berotot pejal dan mempunyai empat ruang dimana saiznya menyamai saiz penumbuk individu berkenaan. Ianya terletak di dalam bahagian dada, diantara dua paru-paru, dan dibawah tulang rusuk kiri.
Fungsi utama jantung adalah untuk mengepam darah yang beroksigen ke seluruh bahagian tubuh. Tugas ini dilakukan dengan menguncup sebanyak 60 hingga 90 kali bagi setiap minit. dengan setiap penguncupan ruang jantung akan mengepam darah samada ke venrikel atau salur darah arteri. dalam masa 24 jam jantung anda berdenyut lebih daripada 100,000 kali, 7,000 liter darah dipam melalui jarak beribu batu di dalam sistem saluran darah. 


CARA JANTUNG BEKERJA: Pusingan jantung bermula dibahagian kanan jantung. Salur darah vena[vena kava bawah] menyalurkan semula aliran darah yang rendah kandungan oksigen ke dalam ruang atrium kanan. Aliran darah tadi akan mengalir dari atrium kanan ke dalam ventrikel kanan di mana ia kanan dipam ke dalam sistem saluran darah paru-paru melalui arteri pulmonari di mana ia akan menyerap oksigen dan melepaskan karbon dioksida. Darah yang tinggi kandungan oksigen ini akan memasuki jantung semula dimana ia akan mengalir ke dalam atrium kiri melalui dua pasang vena pulmonari setiap pasang dari paru-paru kanan dan kiri. Daripada atrium kiri darah tadi akan memasuki ventrikel kiri dan dipam keluar ke dalam aorta untuk penyaluran kesetiap bahagian badan manusia.

INJAP-INJAP JANTUNG: Atrium dan ventrikel dipisahkan oleh bahagian yang membentuk injap-injap jantung. injap-injap ini akan mengemudi aliran darah diantara ruang-ruang jantung. Injap ini membenarkan aliran sehala dengan menyalurkan darah ke dalam yang seterusnya dan menghalang aliran balik.
Di bahagian kanan jantung, darah mengalir melalui injap trikuspid yang terletak di antara atrium kanan dan ventrikel kanan. injap ini mempunyai tiga dedaun atau kelopak. di sebelah kiri jantung pula, darah mengalir di antara atrium kiri dan ventrikel kiri melalui injap mitral. injap mitral juga dikenali sebagai injap bikuspid kerana ia mempunyai dua dedaun atau kelopak.
Bagi membolehkan darah mengalir dari ruang atas ke dalam ruang bawah, injap-injap tadi mestilah terbuka. injap-injap ini dikawal oleh perubahan tekanan darah di dalam setiap ruang tadi.
Injap juga terdapat di antara ventrikel dan saluran darah yang menyalurkan  darah keluar daripada jantung. Darah akan mengalir melalui injap pulmonari yang memisahkan ventrikel kanan dengan artei pulmonari. Manakala di sebelah kiri pula darah mengalir daripada ventrikel kiri ke dalam aorta melalui injap aorta.

JANTUNG BERDENYUT: Jantung anda mempunyai sistem arus elektrik yang meransang jantung untuk menguncup atau berdenyut. Setiap denyutan bermula dengan ransangan elektrik yang berasal dari bahagian khas di dalam atrium kanan yang dipanggil odus sinoatrial ataupun nodus SA. Nodus SA ini merupakan pencetus atau suis semulajadi jantung. Ia menerima maklumat daripada otak dan pusat-pusat kawalan lain di dalam sistem saraf yang mengarahkannya menyesuaikan kadar denyutan jantung yang optima bergantung keppada keperluan badan manusia. Setelah ransangan tadi dihasilkan oleh nodus SA ia akan mengalir kepada atrium-atrium yang menyebabkan mereka menguncup dan mengepam darah masuk ke dalam ventrikel di bawah. Ransangan elektrik ini kemudiannya mengalir ke satu kumpulan sel khusus yang dikenali sebagai nodus atrioventrikular atau nodus AV. Dari sini ransangan tadi akan mengalir laju keseluruh bahagian jantung melalui rangkaian His, cabang kiri dan kanan [kesemuanya adalah sistem aliran rangsangan elektrik jantung]. Otot-otot jantung menguncup dan jantung berdenyut akibat daripada ransangan-ransangan ini. Selepas setiap denyutan, otot-otot jantung menguncup  dan jantung berdebyut akibat daripada ransangan-ransangan tadi dan 
ianya berlaku teramat pantas.

ALIRAN DARAH KORONARI: Jantung juga mempunyai sistem aliran darahnya sendiri yang berfungsi memberikan bekalan darah kepada otot-otot jantung. Ianya terdiri daripada arteri koronari kanan dan kiri. Arteri koronari kanan muncul daripada aorta dan mengelilingi bahagian kanan lekukan atrioventrikular dan menyalurkan darah kepada atrium kanan dan ventrikel kanan dan sebahagian pembahagi[septa] belakang. Arteri koronari kiri juga muncul daripada aorta. Bahagian permulaannya arteri kiri koronari utama dan menjadi arteri kiri bawah dan arteri sirkumfleks. Kesemuanya menyalurkan darah bahagian atrium kiri dan ventrikel kiri dan sebahagian pembahagi depan.


A


Jumat, 03 Februari 2012

Chicken Pox / Cacar Air



Cacar air adalah penyakit yang menyerang saat sistem kekebalan tubuh seseorang sedang lemah. Cacar air menimbulkan bintik (bisul) kemerahan di kulit dan gatal. Penderitanya kebanyakan adalah anak-anak. Kadang cacar air juga dapat menyebabkan komplikasi serius jika mengenai ibu hamil, bayi yang baru lahir atau mereka yang mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini, dapat menyebar dengan mudah. Penularannya dapat melalui bersin, batuk, berbagi makanan atau minuman (dengan penderita) atau terkena cairan dari bintik tersebut (bisul).

Influenza



Influenza adalah infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan : hidung, tenggorokan dan paru-paru. Influenza yang biasa disebut flu, tidak sama dengan virus “flu perut” yang menyebabkan diare dan muntah.

Hepatitis A



Hepatitis A adalah infeksi hati yang sangat menular yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Virus hepatitis A adalah salah satu dari beberapa jenis virus hepatitis yang menyebabkan peradangan yang mempengaruhi kemampuan hati untuk berfungsi. Anda kemungkinan besar menderita hepatitis A dari makanan yang terkontaminasi atau air atau dari kontak dekat dengan seseorang yang sudah terinfeksi. Kasus-kasus ringan hepatitis A tidak memerlukan pengobatan, dan kebanyakan orang yang terinfeksi sembuh sepenuhnya tanpa kerusakan hati permanen. Praktek higiene yang baik, termasuk sering mencuci tangan, adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi diri dari hepatitis A. Vaksin adalah suatu metode pencegahan yang paling efektif.

Hepatitis B



Hepatitis B adalah infeksi hati serius yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Bagi sebagian orang, infeksi hepatitis B menjadi kronis, menyebabkan kegagalan hati, kanker hati atau sirosis, yakni suatu kondisi yang menyebabkan jaringan parut permanen pada hati. Kebanyakan orang dewasa yang terinfeksi dengan hepatitis B akan sepenuhnya pulih, bahkan jika tanda-tanda dan gejala yang dialami cukup parah. Bayi dan anak-anak jauh lebih mungkin untuk mengembangkan infeksi hepatitis B kronis. Meskipun tidak ada obat untuk hepatitis B, vaksin terbukti mencegah penyakit ini.

Meningitis


Meningitis adalah peradangan membran disekitar otak dan saraf tulang belakang. Umumnya meningitis adalah akibat dari penyebaran infeksi virus, jamur atau bakteri. Tergantung dari penyebab infeksinya, meningitis ada yang dapat disembuhkan hanya dalam beberapa minggu, adapula yang sangat lama. Perawatan segera dapat menghindari penderita dari komplikasi penyakit serius lainnya. Meningitis sering mengenai anak-anak usia 2 tahun keatas.

Tetanus




Tetanus adalah penyakit bakteri yang tergolong serius yang mempengaruhi sistem saraf, menyebabkan kontraksi otot yang menyakitkan, terutama otot-otot rahang dan leher. Tetanus dapat mengganggu kemampuan Anda untuk bernapas dan mengancam hidup Anda. Tetanus umumnya dikenal sebagai "kejang mulut." Insiden tetanus jauh lebih tinggi di negara-negara berkembang. Sekitar satu juta kasus terjadi di seluruh dunia setiap tahun. Tetanus dapat diobati, tetapi tidak selalu efektif. Kematian tertinggi terjadi pada individu yang belum diimunisasi dan orang dewasa dengan imunisasi yang tidak memadai. Di negara-negara dengan tingkat vaksin yang rendah, bayi juga berisiko tinggi dari penyakit parah dan kematian.

Imunisasi Bagi Orang Dewasa

Imunisasi bagi orang dewasa juga sangat dibutuhkan. Terutama bagi mereka yang belum mendapatkannya sewaktu anak-anak. Misalnya, vaksin cacar air dan hepatitis.



Kebutuhan seseorang akan imunisasi, tidak berhenti disaat orang tersebut memasuki usia dewasa. Imunisasi atau vaksin yang dibutuhkan oleh orang dewasa tidak hanya tergantung dengan usia, gaya hidup dan kebutuhan kesehatannya sekarang, karena ada juga beberapa vaksin yang harus diulang.
Adapun beberapa jenis vaksin yang dibutuhkan oleh orang dewasa, diantaranya :
  • Vaksin cacar air. 
    Cacar air yang mengenai orang dewasa akan jauh lebih berbahaya ketimbang anak-anak. Wanita hamil dan mereka yang mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh, tidak seharusnya mendapatkan vaksin ini.
  • Vaksin influenza. 
    Virus-virus penyebab flu selalu berubah, maka vaksin influenza juga selalu diperbaharui. Vaksin ini sebaiknya diberikan pada penderita asma, diabet, penderita gangguan paru, gangguan sistem kekebalan tubuh, wanita hamil dan pengasuh anak-anak dibawah usia lima tahun (anak-anak seumuran ini sangat rentan terkena flu).
  • Vaksin hepatitis A. 
    Diberikan bagi mereka yang terkena gangguan pada liver, mereka yang akan melakukan perjalanan dan yang akan mengadopsi anak dari daerah yang rawan hepatitis A.
  • Vaksin hepatitis B. 
    Terutama bagi mereka yang sewaktu kecil, belum pernah mendapatkan vaksin ini. Sangat dianjurkan bagi setiap dewasa untuk mengecek kadar/titer antibodi terhadap hepatitis B ini. Jika titer sudah rendah, maka perlu untuk melakukan booster atau vaksinasi ulangan.
  • Vaksin Kanker Serviks. 
    Vaksini ini ditujukan untuk mencegah kanker serviks. Vaksin ini boleh diberikan pada setiap wanita mulai usia 10-55 tahun.
  • Vaksin pneumokokus polisakarida. 
    Untuk menghindari komplikasi pneumonia. Vaksin ini diberikan kepada penderita asma, perokok dan penderita penyakit kronis lainnya
  • Vaksin typhoid. 
    Indonesia adalah negara endemis untuk terjadinya infeksi typhus. Typhus adalah infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Perlu bagi orang dewasa untuk melakukan pencegahan terhadap infeksi typhus.
  • Vaccine tetanus and diphteria (Td) or Tetanus, diphteria and pertussis (Tdap).
Selain jenis vaksin diatas, berikut jenis vaksin lain yang berfungsi sebagai tambahan :
  • Vaksin meningokokus. 
    Untuk mencegah meningitis yang disebabkan oleh bakteri dan infeksi pada darah. Biasa diberikan pada calon jemaah haji.