Selasa, 29 Mei 2012

Budi Pekerti I



Pengertian

Etimologi
Leksikal
Konsepsional
Opreasional
Budi: Kesadaran, Pengertian, Pikiran
KBBI: Tingkah laku, Watak, Akhlak
Budi yang dipekertikan dalam kehidupan
Perilaku positif yang dilakukan melalui kebiasaan
Pekerti: Aktualisasi, Penampilan, Perbuatan
Arab: Akhlak
Latin: Etika
Inggris: Ethics


Latar Belakang
·         Sejak tahun 1997 Negara RI mengalami keguncangan ekonomi sangay dahsyat dan sampai saat ini belum pulih.
·         Faktor utama penyebab keterpurukan adalah merosotnya moral pemimpin. Banyak pemimpin yang tidak jujur, lebih memetingkan diri sendiri dari pada rakyat yang dipimpinnya. Banyak pemimpin yang pintar, tetapi sedikit yang jujur dan bertanggung jawab.
·         Ini merupakan produk dari system pendidikan yang mengagungkan aspek akademik tetapi mengesampingkan aspek hati nurani.
·         Perlu dirancang penyelenggaraan pendidikan yang seimbang antara aspek intelektual dan aspek budi pekerti
·         Keseimbangan kedua aspek tersebut tidak hanya terdapat dalam kurikulum, tetapi hendaknya diwujudkan dalam perilaku sehari-sehari
  
 Apa Itu PBP?
(Pendidikan Budi Pekerti)
            Pendidikan Budi Pekerti adalah gerakan untuk menciptakan sekolah yang mampu membentuk etika, tanggung jawab, dan kepedulian peserta didik dengan cara pemberian contoh dan pengajaran sikap yang dapat diterima secara universal. Pendidikan budi pekerti bukanlah suatu pekerjaan yang merupakan proses berkelanjutan bagi anak didik oleh seluruh komponen mulai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Mengapa Kita Membutuhkan PBP???
Pendidikan memiliki dua tujuan, yaitu: Menjadikan anak didik memiliki pengetahuan dan anak menjadi lebih baik. Untuk dapat memenuhi kedua tujuan tersebut, dibutuhkan pendidikan budi pekerti sebagai landasan pengembangan diri dan landasan dalam berhubungan dengan orang lain sesuai dengan prinsip-prinsip kehidupan yang dapat diterima masyarakat.

Tujuan PBP
Semua Civitas Akademika (Pimpinan Sekolah, Guru, Karyawan, dan Para Siswa) akan belajar dan mempraktekkan perilaku-perilaku etis berdasarkan nilai-nilai yang disepakati bersama antara nilai kejujuran, tanggung jawab, toleransi, sportifitas, kepedulian, dan ketaatannya pada peraturan. Baik saat berada di dalam kelas, diluar kelas, maupun diluar sekolah atau dirumah atau dilingkungan masyarakat.

Prinsip-Prinsip PBP
Prinsip 1
            Pendidikan Budi Pekerti mengutamakan nilai-nilai etika sebagai pondasi terbentuknya budi pekerti yang baik.


Prinsip 2
            Budi Pekerti harus di definisikan secara komprehensif, termasuk pikiran, perasaan, dan perilaku. Nampak seperti apa? Terdengar seperti apa? Terasa seperti apa?
Prinsip 3
            PBP dapat berhasil diperlukan perhatian yang sungguh-sungguh, pro aktif dan dengan pendekatan komprehensif

6 Pilar Pendidikan Budi Pekerti
            Sesuai dengan prinsip pertama (Prinsip 1), perlu adanya nilai-nilai (Pilar) sebagai pondasi dalam pendidikan budi pekerti yang menjadi dasar pemahaman dan pengembangan serta dasar tindakan seluruh komponen yaitu:
1.      Dapat Dipercaya
2.      Bertanggung Jawab
3.      Respect / Menghormati
4.      Fairness / Sportif
5.      Peduli
6.      Warga Yang Baik

5 Langkah Dalam Implementasi PBP
            Untuk dapat mengimplementasikan Pendidikan Budi Pekerti (Character Building), sekolah direkomendasikan untuk menjalankan 5 (Lima) “E” yaitu:
1.      Example (Memberi Contoh)
Setiap pihak di lingkungan sekolah harus menerapkan semua perilaku yang dibangun untuk dapat menjadi contoh bagi siswa atau peserta didik
2.      Explanation (Menjelaskan)
Guru secara terus-menerus menjelaskan dasar tindakan untuk dapat mendorong siswa atau peserta didik memahami dan menerima prinsip-prinsip moral yang ditetapkan. Pemahaman terhadap nilai dasar suatu tindakan dapat mendorong anak untuk mengaplikasikan nilai-nilai yang sudah ditanamkan pada setiap kondisi baru.
3.      Exhortation
Guru secara terus-menerus mengingatkan sisea/peserta didik untuk mengaplikasikan nilai-nilai yang ditetapkan agar dapat memperbaiki perilaku mereka.
4.      Environment (Lingkungan)
Iklim sekolah, cara melaksanakan aktivitas dan hubungan antar individu di sekolah harus dapat mendukung pelaksanaan nilai moral di dalam dan diluar kelas.
5.      Experience (Pengalaman)
Sekolah sebagai lingkungan yang terstruktur harus dapat digunakan siswa/peserta didik mempelajari apa yang harus dan tidak boleh dilakukan. Sebaiknya diciptakan kondisi yang dapat mendukung siswa/peserta didik untuk mempraktekkan perhatian pada orang lain, menerima tanggung jawab dan kesempatan dalam membuat keputusan.

Penilaian Dan Evaluasi
Hasil pendidikan perilaku yang paling utama adalah bagaimana siswa/peserta didik menjalankan nilai-nilai yang dibangun baik dilingkungan sekolah, keluarga maupun lingkungan sosialnya terutama dalam:
·         Tingkat Kejujurannya
·         Tingkat Tanggung Jawabnya
·         Tingkat Toleransinya
·         Tingkat Sportifitasnya
·         Tingkat Kepeduliannya
·         Tingkat Ketaatannya pada peraturan

Ciri Berbudi
·         Beriman
·         Jujur
·         Bertanggung Jawab
·         Fairness / Sportif
·         Berfikir Futuristik
·         Berfikir Matang
·         Peduli
·         Warga Yang Baik
·         Dapat Dipercaya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar